Catatan: Untuk alasan yang tidak saya ketahui, RSS-feed untuk blog ini tidak ter-update dalam Bloglines maupun di Google Reader. Saya sedang berusaha memperbaikinya. Mohon maaf. Menurut Bloglines, hal ini bisa terjadi untuk WordPress. Saya memang menggunakan klon WordPress untuk Blogger di sini (lihat kredit di bawah). Terima kasih, dan mohon bersabar. (Aco)

Monday, May 14, 2007

Revolusi Petani? Petani Mana?

Seorang kawan yang bekerja di koran mengirim email. Ia kuatir akan terjadi "pemberontakan petani beberapa bulan mendatang". Menurutnya, revolusi akan terjadi karena "petani manahan berasnya untuk persediaan sendiri" dan "negara pengekspor beras juga akan menahan berasnya".

Saya tidak percaya.

Ketika beras sulit ditemui di pasar, harga dari beras yang masih ada menjadi tinggi. Adalah tidak masuk akal, jika petani yang butuh uang tidak memanfaatkan keadaan itu untuk menjual berasnya.

Sama saja dengan negara-negara pengekspor beras. Apa keuntungan bagi mereka menahan beras jika ada permintaan yang luar biasa dari Indonesia? Lagipula, pengekspor beras nomor satu, Vietnam, Januari ini bergabung dengan WTO. Salah satu komitmen mereka adalah menghapus monopoli ekspor oleh negara. Dengan begitu, kendali ekspor oleh pemerintah semakin renggang. Artinya, siapa pun nantinya akan bebas mengekspor beras keluar Vietnam. Dan Indonesia adalah salah satu pasar yang akan memberikan keuntungan besar bagi mereka.

Pertanyaan yang wajar adalah, tapi bagaimana jika pemerintah Indonesia tidak memperbolehkan impor, atau paling tidak membatasi impor seperti saat ini? Di sinilah kuncinya. Mengapa pula pemerintah masih menahan impor jika di dalam negeri ada kemungkinan krisis beras seperti yang ditakutkan kawan saya?

No comments: